orange ku
AKU MENYUKAI WARNA ORANGE
Senin, 29 Juli 2013
AKU INGIN ADA SESEORANG LAKI LAKI BAIK DARI ALLAH MENGUCAPKAN INI DIDEPAN WALIKU
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku datang pada kalian untuk mengungkapkan keinginan kami melamar putri kalian –Sasmamonia binti Jailani
sayap yang tak mengepak bersama
Ya Allah, ridhakanlah hati ini atas semua mimpi yang tak menyata. Ikhlaskanlah atas harap paruh sayap jiwa yang tak mengepak bersama. Ampuni atas segala dosa yang mewarnai hati yang tak mampu hamba hindari. Dan karuniakanlah nikmat dengan pengganti yang jauh lebih baik, bagi diri terutama bagi dakwah dan agama ini. Engkau yang menganugerahkan cinta, maka hanya Engkau juga yang mampu menghapusnya. Mudahkan langkah kaki ini untuk mengayun mantap di jalan-Mu,, seberapapun beratnya dera yang terjadi pada raga. Karena hamba cinta Kau ya Rabb.. Dengan sebenar-benar cinta.. Dan semoga tak ada dusta yang mengaburkan maknanya
Sabtu, 13 Juli 2013
kamu cantik
kamu cantik.
aku tak jemu menunduk saat melihatmu.
kamu jelita.
aku malu menemukan diriku melawan pandangan ke arahmu
kamu indah.
aku menyesal memikirkanmu.
kamu manis.
sebaiknya aku menghindarimu.
kamu tidak pakai jilbab, bajumu ketat, aurat mu tampak, akhlaqmu jauh dari kecantikanmu.
itu masalahnya.
seandainya kamu menutup aurat, akhlaqmu alquran, bicaramu dakwah.
aku juga harus tetap menjaga pandanganku.
karena itu perintah Tuhan
aku tak jemu menunduk saat melihatmu.
kamu jelita.
aku malu menemukan diriku melawan pandangan ke arahmu
kamu indah.
aku menyesal memikirkanmu.
kamu manis.
sebaiknya aku menghindarimu.
kamu tidak pakai jilbab, bajumu ketat, aurat mu tampak, akhlaqmu jauh dari kecantikanmu.
itu masalahnya.
seandainya kamu menutup aurat, akhlaqmu alquran, bicaramu dakwah.
aku juga harus tetap menjaga pandanganku.
karena itu perintah Tuhan
Minggu, 07 Juli 2013
Ayah..Lamarkan Dia Untukku
Muslimahzone.com – Di dunia ini, banyak sekali kisah cinta yang mengagumkan.
Di antaranya adalah kisah berikut ini, kisah cinta seorang ustadz “istimewa”
dan seorang ustadzah pengajar AL-Quran yang dipublikasikan oleh Saudi
Gazette pada 18 Februari 2010. Berikut sekilas tentang kisah cinta istimewa
kedua insan tersebut:
***
Abdullah, pernah hampir mati
tenggelam di kolam renang di sebuah club olahraga di Jeddah, Arab Saudi. Dia
tenggelam di dalam air selama 15 menit. Hal itu menyebabkan kerusakan besar
pada otaknya yang mengakibatkan ia lumpuh.
Insiden itu membuat hidupnya berubah
total, ia memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk Islam.
Kisah cinta yang istimewa ini
dimulai ketika Abdullah Bani’mah, yang tubuhnya benar-benar lumpuh, hadir dalam
sebuah program televisi untuk berceramah menyampaikan pesan-pesan Islam di
beberapa negara di dunia.
Suatu hari akhwat yang kelak menjadi
istrinya menonton acara TV tersebut. Ia kagum pada Abdullah. Dengan segera ia
mengatakan kepada ayahnya bahwa ia ingin menikahi Abdullah karena ia
mengaguminya sebab keberaniannya dan keikhlasannya menjalani kelumpuhannya dan
karena dedikasinya terhadap Islam.
Tak lama mimpi sang gadis menjadi
kenyataan, ia dan Abdullah menikah dengan bahagia. Kerabat dan kawan mereka
memberikan selamat pernikahan kepada mereka di Al-Salam Wedding Hall di Jeddah.
Dhaiffal bin Saad al-Ghamadi, ayah
pengantin wanita (istri Abdullah), mengatakan:
“Putriku, yang bekerja sebagai guru
di salah satu sekolah tahfidz Al-Quran di Jeddah, memilih Abdullah berdasarkan
keinginannya sendiri. Setelah bersikeras ia ingin menikahinya, Saya tunduk pada
keinginannya.”
Dhaifallah mengatakan alasan mengapa
putrinya ingin menikahi Abdullah bahwa alasannya adalah karena agar mereka
berdua bisa saling bahu-membahu di jalan Allah.
Omar Banamh, ayah pengantin pria,
mengatakan:
“Saya tidak tahu harus berkata
apa-apa melainkan berdoa kepada Allah untuk memahkotai pernikahan ini dengan
memberkahi mereka dengan keturunan yang shalih.”
Dia mengatakan bahwa ia berharap
Abdullah bisa melihat anak-anaknya lahir dan tumbuh dengan normal.
Abdullah sangat gembira akan
pernikahannya ini.
“Pada awalnya Saya tidak percaya ini
adalah keinginannya. Dia sangat mengejutkanku. Saya tidak akan pernah melupakan
kemuliaan dirinya dan bersikeras menerima saya sebagai suaminya. Saya berdoa
kepada Allah setiap siang dan malam untuk membuat saya mampu membahagiakannya
sepanjang hidup saya,” katanya.
Dia mengatakan bahwa ia tidak akan
pernah melupakan banyaknya orang yang hadir untuk mendoakan pernikahan
bahagianya.
Nikmat Menikah: Malam Jum’at, Ya Baca Al Kahfi Bersama
MuslimahZone.com – Menikah adalah sunnah Nabi yang dapat menyempurnakan
separuh agama. Menikah, juga mendatangkan ketenangan (sakinah) dan kebahagiaan
(sa’adah). Sakinah bukan hanya karena cinta yang bersifat fisik (mawaddah),
tetapi juga dikuatkan dengan cinta yang bersifat non fisik (rahmah). Kesemuanya
merupakan nikmat tersendiri dari Allah, yang hanya bisa dirasakan oleh insan
yang telah menikah.
Di malam Jum’at misalnya. Ada banyak
kesempatan mendulang pahala bagi suami dan istri, yang tidak didapatkan oleh
orang yang belum menikah.
Bagi semua muslim, membaca surat Al
Kahfi di hari Jum’at adalah sunnah. “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada
hari Jum’at,” sabda Rasulullah yang diriwayatkan Al Hakim dan Al Baihaqi serta
dishahihkan Al Albani, “maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua
Jum’at.”
Tetapi… bagi pasangan suami dan
istri, membaca surat Al Kahfi bersama di malam Jum’at, saling menyimak, adalah
kenikmatan tersendiri. Pahala sunnah membaca surat Al Kahfi didapat, ketenangan
didapat, dan penguatan cinta juga didapat. Sebab –sekali lagi- cinta dalam
Islam bukan hanya karena faktor fisik semata (mawaddah), cinta juga memiliki
sisi non fisik (rahmah) yang tidak bergantung pada ketertarikan wajah dan
tubuh. Beribadah bersama, menunaikan amal shalih bersama, menghidupkan rumah dengan
sunnah, adalah penumbuh dan penguat cinta.
Jika membaca surat Al Kahfi dan
bersalawat adalah amal sunnah yang bisa ditunaikan siapa saja, ada satu hal
yang tidak bisa dikerjakan kecuali oleh mereka yang sudah menikah. Sebuah amal
berpahala besar sekaligus membawa nikmat seketika. Para sahabat sempat terkejut
ketika Rasulullah mensabdakan bahwa berhubungan badan dengan istri adalah
sedekah. “Wahai Rasulullah, apakah kami mendatangi istri kami dengan syahwat
itu mendapatkan pahala?” Rasulullah –sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim-
pun menjawab: “Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian
mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu
kalian akan mendapatkan pahala.”
Bahkan, sebagaian ulama berpendapat,
“bercinta” di malam Jum’at mendapatkan keutamaan tambahan, selain pahala
seperti yang disebutkan Rasulullah tersebut.
“Barangsiapa (yang menggauli
istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi,
lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak
berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama
tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya
selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi,
An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)
Hadits tersebut menggambarkan betapa
besarnya balasan pahala bagi orang yang melakukannya. Yakni “bercinta”, mandi,
bangun pagi, berangkat awal ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, duduk
dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama. Pahala dalam hadits ini
diberikan kepada orang yang melakukan paket enam amal itu, tidak
terpisah-pisah. Namun demikian, tergambarlah keutamaan “bercinta” di malam
Jum’at.
Memang ada yang berpendapat bahwa
sunnah dalam hadits tersebut adalah “bercinta” pada hari Jum’at (pagi),
mengingat mandi Jum’at itu dimulai setelah terbit fajar di hari Jum’at. Namun
yang lebih populer adalah “bercinta” di malam Jum’at, sedangkan mandinya bisa
saja saat terbit fajar sebelum menunaikan Shalat Shubuh berjama’ah.
Abu Umar Basyir di dalam bukunya
Sutra Ungu menambahkan, “Di negara yang menerapkan libur pada hari Jum’at,
tentu tidak masalah jika seseorang ingin berhubungan seks pada hari itu. Lalu
bagaimana di negara yang menetapkan hari Jum’at sama seperti hari-hari kerja
lainnya? Bagaimanapun, hukum sunah tetap saja sunah. Jadi itu hanya soal
kesempatan melakukannya saja. Jika mampu dilakukan, Insya Allah membawa berkah.
Di situlah, manajemen waktu berhubungan seks menjadi perlu diatur. Karena itu
bisa saja dilakukan menjelang subuh, atau sesudah shalat Subuh. Tiap pasutri
tentu lebih tahu mana saat yang paling tepat.” Wallaahu a’lam bish shawab. [Abu
Nida]
Langganan:
Postingan (Atom)