orange ku

orange ku
AKU MENYUKAI WARNA ORANGE

Sabtu, 31 Agustus 2013

hadiahi aku surga wahai cinta

ketika cinta memanggil.
aku sendirian menipu diriku.
menghirup udara kebohongan.
mencari-cari celah melarikan diri.
membodohi hatiku.
mencoba menjauh dan melupakan.
tapi cinta
aku menderita kehilangan cahaya
seperti daun kering
setiap sel mati pelan-pelan.
cinta jangan tinggalkan.
kekuatanku hilang
menghindarimu membuatku merana
menghirupmu membuatku terlena
karena cinta
seperti berdiri diantara 2 jurang
menunggu pertolongan
aku sepertinya akan jatuh
neraka dan surga
aku ingin surga
hadiahi aku surga wahai cinta

Senin, 29 Juli 2013

AKU INGIN ADA SESEORANG LAKI LAKI BAIK DARI ALLAH MENGUCAPKAN INI DIDEPAN WALIKU

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi­Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku datang pada kalian untuk mengungkapkan keinginan kami melamar putri kalian –Sasmamonia binti Jailani

sayap yang tak mengepak bersama

Ya Allah, ridhakanlah hati ini atas semua mimpi yang tak menyata. Ikhlaskanlah atas  harap paruh sayap jiwa yang tak mengepak bersama. Ampuni atas segala dosa yang mewarnai hati yang tak mampu hamba hindari. Dan karuniakanlah nikmat dengan pengganti yang jauh lebih baik, bagi diri terutama bagi dakwah dan agama ini. Engkau yang menganugerahkan cinta, maka hanya Engkau juga yang mampu menghapusnya. Mudahkan langkah kaki ini untuk mengayun mantap di jalan-Mu,, seberapapun beratnya dera yang terjadi pada raga. Karena hamba cinta Kau ya Rabb.. Dengan sebenar-benar cinta.. Dan semoga tak ada dusta yang mengaburkan maknanya

Sabtu, 13 Juli 2013

untukku

hadiahkan aku alkahfi

kamu cantik

kamu cantik.
aku tak jemu menunduk saat melihatmu.

kamu jelita.
aku malu menemukan diriku melawan pandangan ke arahmu
kamu indah.
aku menyesal memikirkanmu.
kamu manis.
sebaiknya aku menghindarimu.
kamu tidak pakai jilbab, bajumu ketat, aurat mu tampak, akhlaqmu jauh dari kecantikanmu.
itu masalahnya.

seandainya kamu menutup aurat, akhlaqmu alquran, bicaramu dakwah.
aku juga harus tetap menjaga pandanganku.
karena itu perintah Tuhan


langit dan bumi

sekiranya ada jenjang menuju langit, sudah aku tinggalkan bumi yang kejam ini

Minggu, 07 Juli 2013

Ayah..Lamarkan Dia Untukku



Muslimahzone.com – Di dunia ini, banyak sekali kisah cinta yang mengagumkan. Di antaranya adalah kisah berikut ini, kisah cinta seorang ustadz “istimewa” dan seorang ustadzah pengajar AL-Quran yang dipublikasikan oleh Saudi Gazette pada 18 Februari 2010. Berikut sekilas tentang kisah cinta istimewa kedua insan tersebut:
***
Abdullah, pernah hampir mati tenggelam di kolam renang di sebuah club olahraga di Jeddah, Arab Saudi. Dia tenggelam di dalam air selama 15 menit. Hal itu menyebabkan kerusakan besar pada otaknya yang mengakibatkan ia lumpuh.
Insiden itu membuat hidupnya berubah total, ia memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk Islam.
Kisah cinta yang istimewa ini dimulai ketika Abdullah Bani’mah, yang tubuhnya benar-benar lumpuh, hadir dalam sebuah program televisi untuk berceramah menyampaikan pesan-pesan Islam di beberapa negara di dunia.
Suatu hari akhwat yang kelak menjadi istrinya menonton acara TV tersebut. Ia kagum pada Abdullah. Dengan segera ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia ingin menikahi Abdullah karena ia mengaguminya sebab keberaniannya dan keikhlasannya menjalani kelumpuhannya dan karena dedikasinya terhadap Islam.
Tak lama mimpi sang gadis menjadi kenyataan, ia dan Abdullah menikah dengan bahagia. Kerabat dan kawan mereka memberikan selamat pernikahan kepada mereka di Al-Salam Wedding Hall di Jeddah.
Dhaiffal bin Saad al-Ghamadi, ayah pengantin wanita (istri Abdullah), mengatakan:
“Putriku, yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah tahfidz Al-Quran di Jeddah, memilih Abdullah berdasarkan keinginannya sendiri. Setelah bersikeras ia ingin menikahinya, Saya tunduk pada keinginannya.”
Dhaifallah mengatakan alasan mengapa putrinya ingin menikahi Abdullah bahwa alasannya adalah karena agar mereka berdua bisa saling bahu-membahu di jalan Allah.
Omar Banamh, ayah pengantin pria, mengatakan: 
“Saya tidak tahu harus berkata apa-apa melainkan berdoa kepada Allah untuk memahkotai pernikahan ini dengan memberkahi mereka dengan keturunan yang shalih.”
Dia mengatakan bahwa ia berharap Abdullah bisa melihat anak-anaknya lahir dan tumbuh dengan normal.
Abdullah sangat gembira akan pernikahannya ini.
“Pada awalnya Saya tidak percaya ini adalah keinginannya. Dia sangat mengejutkanku. Saya tidak akan pernah melupakan kemuliaan dirinya dan bersikeras menerima saya sebagai suaminya. Saya berdoa kepada Allah setiap siang dan malam untuk membuat saya mampu membahagiakannya sepanjang hidup saya,” katanya.
Dia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah melupakan banyaknya orang yang hadir untuk mendoakan pernikahan bahagianya.