orange ku

orange ku
AKU MENYUKAI WARNA ORANGE

Selasa, 11 November 2014

dirimulah bumiku

dihatiku telah tumbuh rasa kasih sayang yang besar kepadamu. apabila harus mencabutnya aku tidak sanggup. ia telah tumbuh subur dan sekarang telah menjadi pohon yang rindang. akarnya seperti menancap sampai perut bumi. dahannya telah menyentuh awan. sekarang sudah tak teceritakan lagi tentang itu. betapa aku menyayangimu. aku tidak sadar bahwa yang memberikan rasa kasih sayang itu sang Maha Rahman. Dialah yang menciptakanmu, mengatur kita, memberikan kasih sayang diantara kita. aku sudah terlalu sayang kepadamu. aku sudah terlena dengan hal itu. saat Tuhan menguji kasih sayang kita, aku tiada punya kekuatan mengahadapinya. serasa hidup ini telah berakhir sayang. air mataku selalu menganak sungai. tak bisa terbendung lagi. seakan saat aku engkau tinggalkan aku tidak punya bumi lagi. dirimulah bumiku sayang. aku tidak bisa hidup tanpamu. rasa sayangku tidak terkendalikan kepadamu.

maafkan


bagaimana aku akan bertahan sekarang sayang.
bila kesalahan yang akan aku terima lebih besar dari pada yang pantas aku dapatkan.
aku membayar semuanya dengan mengemis satu maaf.
itu terlalu mahal bagiku.
namun dengan bahagia untukmu aku basuh bersama air mataku lukamu karena aku.
aku telah menyesal sayang.
aku pohonkan pada Allah betapa lemahnya diriku ini tanpa dirimu.
Allah sembuhkan hatimu dengan kasih sayang yang berlimpah.
biar aku yang menderita.
jangan kamu.
aku memang salah.
sekarang kesalahan yang lama seperti bertautan dengan kesalahan-kesalahan yang baru namun sekali tidak ada berhubungan.
namun sama kadarnya dimatamu.
aku bertemu pada suatu masa.
akan ada marah yang sama lagi seperti ini.
sungguh sama sekali aku tiada memiliki kesanggupan.
bukan karena aku lemah dalam hal manusiawi.
setidaknya kamu masih berperasaan kepadaku.
akan tinggi dan mahalnya kasih sayang.
bila kita campurkan dengan benci.

Jumat, 07 November 2014

JALAN KE SURGA




Memang aku adalah satu kehidupan yang ada didunia ini. Tapi aku tau aku akan diberkahi Tuhan dengan keberadaanmu. Dan kita adalah dua bagian yang berbeda yang terikat takdir untuk saling melengkapi. Tanpa ada kamu, maka aku akan kekurangan. Kita adalah musik hidup yang seirama. Detak jantung kita seperti alunan kehidupan yang berirama. Tidak ada nada yang sumbang. Karena itu berarti perpisahan dan kematian. Bila aku muncul dihatimu, maka begitupun dengan aku. Kita enggan mengakui bahwa betapa Tuhan membuat kita saling mengharapkan. Seakan-akan diantara kita takut untuk datang  dalam ruang permohonan. Kamu tentu akan lebih senang bila aku memohon. Betapa sulitnya aku hidup tanpa dirimu. Ini lah sifat kita. aku tidak ingin ada hal yang tertahan-tahan karena keegoisan. Aku tidak pernah membentengi diriku dengan dirimu. Bila kamu datang maka aku berusaha menyambutnya meskipun ada yang akan aku tinggalkan. Karena mengutamakan dirimu adalah kebaikan yang benar-benar aku ingin. Karena kamulah imamku. Yang akan membawaku pada kebahagiaan sejati. Hingga cinta kita harus dipertanggung jawabkan nanti.


Jumat, 18 Juli 2014

untuk cintaku

sedih hati, bila terkenang masa-masa.
mana mungkin menyurutkan waktu.
mengempiskan harapan.
mengubah takdir.
mengunci kesalahan.
jangankan satu kali.
tak terhingga pun tiada sanggup aku menahan air mata ini.
mengalir seperti hujan.
tak henti dalam lebatnya.
malam dan siang sama terasa.
cinta tertumpah-tumpah karena setetes dusta.
sekarang kesepian merajai.
rasa tak ingin berlanjut hidup.
sakit yang tak tertahankan.
hilang kekuatan dada ini bernafas.
memang telah ku terima bencana ini.
angin telah tertanam, badai telah tumbuh.
yang gelap sudah terang.
aku tak akan penjarakan.

Minggu, 05 Januari 2014

tempat dihati kita

apalah arti tahun jika kita bersama seperti ini..
dengan obat penuh dosis janji yang kita tebus..
jadi kita belum lega dengan udara rindu yang memenuhi kita..
sayangnya kita tidak bisa menghindari jarak..
yang terpaut jauh diantara kita..
jadi kita membuat tempat dihati kita..
agar kita merasa bersama.
dengan kekuatan do'a juga mimpi-mimpi kita..
aku mencintaimu.
itu tak akan berubah..

Sabtu, 21 Desember 2013

TUHAN PERBAIKI HATIKU


Aku akan terus mencari
Menjaga hati
sampai pada saat saat indah
ketika menyerahkannya pada seseorang
Kenangan yang begitu lemah
tapi hal itu membuat kekuatan
yang mungkin tak terbendung
hingga semuanya bertaburan
aku mengumpulkannya satu persatu
pelan-pelan agar tak terluka
ku bisikan nama Tuhan
bersihkan hatiku hingga batas waktu
yang telah di janjikan
setelah itu aku diam
mengatur langkahku
mengubah pola demi bagian masa depan
tak bisa ku jemput yang telah lalu
sekarang dan esok
memperbaikinya terus

Jumat, 13 Desember 2013

MAKAN OH MAKAN


Wajahnya serius, pandangannya beralih sebentar-sebentar ke arahku. Mungkin mencuri-curi kesempatan memperhatikan yang rasanya tidak sesuai dengan yang di inginkannya. Aku makan dengan lahap, yah mau apa? kalau makan tidak usah babibu tatitu, yang penting perut terisi. Dan aku kenyang. Prinsip inilah yang tidak sesuai dengannya. Haaah, seperti ibuku saja! Terlalu memikirkan norma kesopanan, norma kebersihan, norma estetika, pokoknya aturan-aturan yang mesti ku patuhi itu.
Perlahan waktu kian berjalan dengan teratur, kemudian ia setengah mengerang mengucapkan kalimat demi kalimat bahwa tidak berubahnya cara makanku yang tidak ada estetikanya. Tidak suka, tidak suka, tidak suka. Intinya begitu. Kemudian aku terkesima. Tercengang. Tidak seperti yang dulu, dan aku baru menyadari dengan ketidak sukaanya dengan nada emosi. Aku terdiam dan tak sedikit pun keberanian menyelanya. Aku takut, ini pertama kalinya ia marah.